Dampak Pertanian Modern Terhadap Ekosistem Global

Polusi lingkungan disebabkan erosi tanah yg berlebihan sehingga sedimen tanah mengangkut pupuk kimia dan pestisida dari permukaan air dan bawah air, dan perlakuan yg tidak tepat terhadap kotoran manusia & hewan dapat menyebabkan masalah serius bagi kehidupan lingkungan maupun sosial diseluruh dunia.

Banyak percobaan sering dibuat oleh para ahli untuk memecahkan masalah tsb.dengan menggunakan metode ilmu kimia & fisika tetapi hanya untuk mengetahui dasar, bahwa metode ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan metode dan teknologi ilmu mikroba dikoordinasikan dengan hasil pertanian.

Limbah organik dari hasil proses industri peternakan, pertanian dan kelautan dan limbah perkotaan (sampah), telah menjadi sumber utama polusi lingkungan gas metana dari sawah dan peternakan, hewan dankarbondioksida dari bahan bakar pembakaran fosil, penebangan hutan dan pembusukkan bahan organik.Semua itu erat hubungan nya denganPemanasan Global, yaitu “Green House Gasses.”

Dasar kimia hasil pertanian sistem konvensional telah menciptakanbanyak sumber polusi yg secara langsung maupun tak langsung dapat mengkontribusi penurunan daya dukung lingkungan dan panghancuran pokok sumber daya alam kita.

Situasi ini secara signifikan akan berubah apabila polutan-polutan ini dapat berguna sebagai sumber energi bagi hasil pertanian.

Oleh karena itu diperlukan kecocokan teknologi pertanian yang modern dengan ekosistem global dan memecahkan beberapa masalah dengan sistem konvensional teknologi pertanian di beberapa area berbeda. Sebuah area yg tampak memegang peranan terbesar bagi kemajuan teknologi dalam hasil panen, perlindungan panen dan pembicaraan sumber daya alam yaitukeuntungan inokulan-inokulan mikroorganisme yang ditetapkan sebagai tanah, tanaman dan lingkungan.


*** Ir. Anom Wibisono HS.

0 Comments