Tantangan Pertanian Organik Sumbar

PADANG, KOMPAS.com – Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kamis (19/8/2010) mengatakan nota kesepahaman dengan Institut Pertanian Bogor atau IPB telah ditandatangani untuk memastikan transfer ilmu dan pengetahuan demi tercapainya mematangkan konsep pertanian organik.

Irwan mengatakan, nota kesepahaman itu salah satunya dimaksudkan untuk memenuhi kemandirian petani dalam mempraktikkan pertanian organik.

Menanggapi kerjasama itu, Riki Hendra Muyla dari Dewan Pengurus Wilayah Serikat Petani Indonesia (DPW SPI) Sumbar mengatakan, saat ini kebutuhan utama petani yang mempraktikkan konsep pertanian organik justru perlakuan pascaproduksi dan kepastian pasar.

Selain itu, imbuh Riki, dengan beralihnya para petani ke konsep pertanian organik, terdapat kebutuhan yang besar dalam hal pemenuhan pupuk organik dan agen hayati untuk mengendalikan hama.

Ia mengkhawatirkan, kerjasama tersebut cenderung akan menyebabkan petani kembali tergantung dengan produk-produk organik produksi perusahaan besar ketimbang untuk memandirikan petani.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar, Djoni mengatakan tidak ada yang perlu dirisaukan dari terjalinnya kesepakatan kerja sama itu. Menurut Djoni, konsep pertanian organik yang selama ini berjalan di Sumbar dengan kemandirian petani dan kedaulatan lahan akan tetap dijalankan.

Source: http://regional.kompas.com/read/xml/2010/08/19/22294976/Tantangan.Pertanian.Organik.Sumbar

0 Comments